f4ndri

Jambatan Aka, Jembatan Mengagumkan di Sumatera Barat

Posted on: Agustus 1, 2010

Pernahkah anda melihat jembatan yang terbuat dari akar pohon dari dua buah pohon yang tumbuh berseberangan? Mungkin anda berpikir jembatan itu hanya terdapat di wilayah-wilayah seperti Hutan Afrika, Hutan Amazon, atau India. Atau bahkan anda pikir itu hanyalah fantasi seperti yang terdapat dalam game Final fantasy atau Film Avatar?

Inilah hebatnya Indonesia, jembatan yang terbentuk dari akar tersebut ternyata ada di dalam negeri kita sendiri!

Jambatan Aka yang terdapat di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat

Baru melihat fotonya saja saya sudah terkagum-kagum dengan bentuknya. Seperti khayalan yang ternyata menjadi kenyataan. Karena ini adalah sebuah keajaiban alam yang hanya terdapat di beberapa tempat saja. Tentunya sangat sulit membentuk jembatan seperti itu, dan kini jembatan eksotik itu kini telah berusia kurang lebih 100 tahun lamanya.

Jembatan ini terletak di Kampung Pulut-pulut, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Berdiri di atas Sungai Bayang yang berhulu dari Danau Si Kembar yang berada di kawasan Kabupaten Solok. Lokasinya dapat ditempuh menggunakan mobil pribadi, angkutan umum, ataupun mobil carteran. Jarak lokasi tempat wisata ini sendiri dari Kota Padang kira-kira 70 km.

Berikut foto-foto Jambatan Aka yang diambil dari berbagai sisi :

Jembatan ini memiliki panjang sekitar 30 meter dengan lebar satu meter

Jembatan ini memiliki ketinggian dari dasar sungai sekitar enam meter

2 Pohon Beringin (Ficus Benjamina) penopangnya yang rimbun membuat suasana yang menyejukkan

Jembatan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara

Sejarah Jambatan Aka

Menurut masyarakat setempat, Jembatan Akar itu awalnya dirancang Pakiah Sokan yang kerap dipanggil Angku Ketek bersama masyarakat Desa Pulut-pulut. Pakiah Sokan, seorang yang berilmu tinggi dan sering memberikan pengajian. Terbit ide untuk membuat Jembatan Akar, setelah titian bambu yang biasa digunakan masyarakat sering hancur dan diseret air bah ketika Sungai Batang Bayang meluap.

Pohon beringin itu, konon katanya juga ditanam oleh Pakiah Sokan. Selain pohon beringin, ia juga menanam pohon asam kumbang, tak jauh dari titian bambu. Perguliran waktu tak terasa, pohon itu terus kembang da tumbuh. Akar-akarnya tak mencapai tanah, lantaran dihalangi bebatuan Batang Bayang. Akar-akar itu bergelantungan, dan Pakiah Sokan beserta masyarakat dengan tekun memasukkan dan melilitkan akar tadi ke dalam titian bambu. Tahun demi tahun akar-akar kedua pohon itu terus tumbuh dan berkembang, menjadi panjang, besar, dan lebat, sehingga lilitan akar tadi telah menjelma menjadi jembatan yang kokoh.

Perhatian dari Masyarakat dan Pemerintah Daerah Setempat

Jembatan ini telah berumur kurang lebih 100 tahun, namun semakin banyaknya wisatawan yang datang kerap membuat akar jembatan kian rapuh karena terus diinjak-injak, apalagi jika beban terlalu banyak. Untuk membuat akar tidak putus, karena terus diinjak, masyarakat memasang tali penyangga yang terbuat dari baja. Lantaran telah dijadikan objek wisata, pemerintah setempat bermaksud membangun jembatan gantung untuk digunakan masyarakat membawa hasil bumi. Saat ini di Jembatan akar tersebut telah disediakan berbagai fasilitas di antaranya, mushola, toilet, tempat parkir dan pelindung. Direncanakan juga akan membangun fasilitas lainnya.

Sampah dari Para Pengunjung

Tidak disediakannya fasilitas tong sampah membuat pengunjung menjadi seenaknya saja membuang sampah di areal tepat wisata ini. Akibatnya sungai, jembatan, dan wilayah di sekitar jembatan sering terlihat sampah yang berserakan. Diperlukan adanya fasilitas pembuangan sampah yang baik dan kesadaran dari para pengunjung agar wisata yang mungkin hanya terdapat satu-satunya di Indonesia ini dapat juga dinikmati anak cucu kita nanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BERGABUNG

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: